Asymmetric Information

Aloha 🙂

To be honest, entah kenapa topik ini ada di kepala saya, banyak yang saya mau share tapi terbatas (note di fb lewat hp terbatas hanya 2475 karakter).

Asymmetric Information (AI) adalah sebuah studi yang mempelajari suatu keputusan didalam transaksi dimana ada pihak yang memiliki informasi yang lebih banyak/baik dibanding pihak lain (Wikipedia). Didalam bidang ekonomi, AI telah dibahas oleh Stiglitz, Akerlof dan Spence dalam karya masing2 sehingga diberi ganjaran Nobel Ekonomi. Note saya membahas AI diluar Ekonomi.

So, here we go :

# Pendidikan

Alkisah, saya bertemu seorang pemuda brilian, dia memperoleh beasiswa ke Harvard Law School, saya bertanya ke dia ‘Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ke Harvard?’ lalu dia memberikan informasi, sebenarnya cukup banyak beasiswa untuk kuliah di Harvard, tapi tiap tahun jumlah aplikasi yang datang dari Indonesia kalah banyak dari negara2 lain, sehingga tidak banyak pelajar dari Indonesia yang dapat beasiswa. Terjadi AI beasiswa di kalangan pelajar Indonesia.

# Politik

Dana studi banding anggota DPR tahun 2010 berjumlah Rp 122 Miliar. Heran, di era informasi, masih dibutuhkan studi banding? Saya belum pernah ke China & Vietnam tapi lewat internet tahu bagaimana Gaige Kaifang & Doi Moi mengubah kedua negara itu, saya belum pernah bertemu JW Marriott, Stan Shih & Ingvar Kamprad tapi lewat buku tahu bagaimana perjuangan mereka saat mendirikan industri perhotelan, elektronik & furnitur di seluruh dunia. Terjadi AI di DPR.

# Hukum

Masih ingat kisah Nenek Minah dan tiga buah kakao?

http://regional.kompas.com/read/2009/11/20/08094942%20/elegi.minah.dan.tiga.buah.kakao.di.meja.hijau…

Atau ‘letter of the year’ dari seorang bapak yang trauma karena patwal SBY?

http://nasional.kompas.com/read/2010/07/17/08042646/Wahai.Para.Pejabat..Dengarlah.Ini…

Mungkin kalau tidak di blow out oleh media sehingga terjadi AI, Nenek Minah tetap dipenjara dan Patwal SBY tetap arogan dan semena-mena.

# SARA

SARA? Ya betul! Tentu saja bukan nama orang, tapi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. Lantas apa kaitan AI dengan isu sensitif ini? Menurut saya sangat jelas kaitannya. Perselisihan antar SARA disebabkan karena AI, kita curiga, benci atau memusuhi orang yang tidak satu Suku, Agama, Ras dan Golongan karena kita tidak mengenal baik orang tersebut, sebelum kita mengenal (mendapatkan informasi), kita sudah menggeneralisir secara negatif (baca note saya sebelumnya) orang tersebut berdasarkan identitasnya. Bukankah ada pepatah, jika tak kenal maka tak sayang?

Salam hangat
JRS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s